Beberapa Tips Mendesain Kemasan Cetak

Posted: January 23, 2011 in Tips n Trik
Tags: , ,

bjoetejo, desain kemasan, tips mendesain, packaging designhehe maap nubitoy numpang lewat lagi nich šŸ™‚
Biarpun cuma sekitar 2 tahunan mendalami desain kemasan, kali ini gw coba berani berbagi hal tentang desain kemasan dan juga beberapa hal mengenai pra cetak offset. Mungkin ini masih dibilang terlalu basic, jauuuuuuuuuuuh dr expert. tp mungkin aja berguna buat kalian yang sedang belajar mendesain kemasan dan juga pra cetak. OK šŸ™‚

Attractive packaging can help sell a product! Produk yang bagus tanpa kemasan yang bagus pula tidak ada gunanya. Sebelum konsumen memutuskan untuk interest dengan suatu produk, perlu ada efek yang menarik perhatian mata konsumen. Kemasan yang menarik adalah kuncinya. Kondisi kompetisi produk yang superketat seperti sekarang ini, faktor desain kemasan begitu menentukan peningkatan penjualan suatu produk. namun seringkali kita lihat desain kemasan yang hasil cetakannya bagus, namun kurang artistik, tingkat keterbacaan yang kurang, atau komposisi bentuk yang tidak teratur.

Dalam mendesain kemasan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan supaya pesan yang ingin disampaikan dapat tertanam di benak calon konsumen, dan mereka meyakini bahwa produk ini layak dimiliki. Di sini gw akan mencoba membahas mengenai tips-tips mendesain kemasan yang baik agar hasil yang kita capai bisa maksimal.

  1. Lakukan riset mengenai desain kompetitor ataupun produk yang mirip fungsinya.
    Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui perkembangan desain kemasan produk sejenis. Bisa jadi desain kita tanpa sengaja mirip dengan desain kemasan produk lain yang sudah lebih dulu beredar. Koleksi gambar-gambarnya dan perhatikan karakter desain produk yang sudah ada. Kemudian, kembali ke produk yang akan kita desain, pikirkan, rasakan, masukkan benak kita ke dalam produk tersebut, maka inspirasi akan mudah keluar.
  2. Target yang dituju
    Faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, psikografi dan tingkat ekonomi perlu diperhatikan dalam mendesain kemasan. Ini akan membantu anda dalam menentukan image product yang akan didesain. Produk bedak dengan kelas low-end dan murah tidak pas bila didesain dengan gaya elegan dan ekslusif. Produk parfum untuk lelaki tidak pantas bila didesain dengan corak bunga-bunga.
  3. Perhatikan ukuran bidang kemasan
    Ukuran bidang desain harus proporsional dengan kemasan yang akan dipakai. Bila ruang yang tersedia cukup luas, maka penonjolan merk dengan ukuran yang besar akan lebih baik dilihat.
  4. Gunakan CMYK, bukan RGB!
    CMYK (cyan, magenta, yellow, black) adalah warna standar yang dipakai oleh mesin cetak separasi. Sedangkan RGB adalah warna yang digunakan oleh monitor kita. Tak jarang warna CMYK pada suatu program -coreldraw misalnya- tidak sesuai dengan hasil cetak. Untuk ambil amannya, kita perlu menggunakan buku panduan warna. Di sana dijelaskan CMYK yang disebutkan di monitor akan terlihat seperti apa ketika dicetak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

    • bila anda menggunakan warna hitam, maka sebaiknya gunakan K=100, jangan menggunakan C=100, M=100, Y=100 dan K=100. Hal ini akan mengakibatkan warna hitam dicetak 4x proses di plat dan menimbulkan resiko warna yang tidak presisi.
    • bila menggunakan warna gelap yang melibatkan nilai K, gw sarankan nilai K jangan di atas 50 %. Ini bisa menimbulkan resiko warna yang terlihat gelap sekali (mendekati hitam) dikarenakan warna Black menjadi lebih dominan dibanding warna Cyan, Magenta atau Yellow.
    • bila ada image/foto, tidak masalah bila menggunakan mode RGB ketika diimport ke program vector semacam coreldraw, illustrator atau freehand. program-program ini akan meng-convert warna-warna RGB ke CMYK yang kualitasnya tidak berbeda jauh.
  5. Warna Proses & Warna Khusus

    • warna cetak offset umumnya menggunakan 4 warna, C, M, Y dan K. Hal ini disebut juga sebagai warna proses (process color). karena untuk menentukan suatu campuran warna melalui proses pencampuran di antara keempat warna tersebut. percampuran ini tergantung dari berapa warna yang dipakai. Untuk mencetak materi yang tidak membutuhkan aspek artistik, sebaiknya gunakan 1 sampai 2 warna saja. Seperti cetakan brosur leasing motor dan lainnya.
      Ketepatan warna proses sangat tergantung pada hal-hal seperti kualitas mesin cetak, film, cat, dan juga kalibrasi warna monitor.
    • warna khusus (special color) adalah warna yang sudah menjadi standar di dunia. umumnya yang digunakan adalah merk Pantone. Untuk menggunakan warna pantone bisa melalui color palette pada program grafis yang dipakai, kemudian cocokkan dengan buku panduan cat Pantone. penggunaan metode ini akan meminimalisir ‘lari’nya warna yang diinginkan. WYSWYG (what you see is what you get) bila anda menggunakan warna Pantone. dan tentu konsekuensinya ada di harga yang jauh lebih tinggi dengan penggunaan cat proses.
  6. Pilih paduan warna yang menarik, serasi dan seimbang
    Warna adalah faktor vital dalam mendesain kemasan. Seringkali kita menemukan produk bagus yang warna kemasannya norak karena warna-warna yang ‘saling bertabrakan’. Anda perlu mempelajari karakter-karakter warna, seperti contohnya merah = romantis, pedas ; orange = kreatif, enerjik dan sebagainya. Desain kemasan makanan, umumnya menggunakan warna-warna yang mencolok, seperti merah, orange dan kuning. secara psikologis, warna-warna tersebut bisa menimbulkan rasa lapar, bayangan kenikmatan dan lainnya. Sedangkan produk-produk kesehatan pria pada umumnya menggunakan warna-warna maskulin seperti hitam, abu-abu, biru tua dan merah tua. Warna-warna tersebut bersifat kekuatan dan juga semangat. Untuk kemasan obat, warna putih paling sering digunakan, karena berkesan bersih, steril dan higienis.
  7. Tonjolkan merk
    Merk adalah nyawa dari suatu produk. Identitas yang digunakan untuk membedakan dengan produk-produk lain. Merk kemasan harus dibuat lebih menonjol dibanding unsur lain seperti slogan, ilustrasi, dan lainnya. Gunakan slogan/tag line sebagai kata pendukung merk. misalkan RINSO, anti noda.
  8. Cantumkan keunggulan produk (diferensiasi produk)
    Mau produk baru anda lebih dikenal & laku di pasaran? jangan lupa mencantumkan keunggulan produk anda. Ini penting sekali untuk membedakan produk kita dengan produk sejenis lain. Merk-merk susu formula selalu mencantumkan istilah-istilah yang membedakannya dengan produk sejenis. Misalkan SGM, dengan kandungan Presinutri. Setelah itu diterangkan juga mengenai kandungan susu tersebut seperti kalsium tinggi, energi untuk pertumbuhan otak, dan bla-bla-bla-nya.
  9. Publish to PDF atau High Resolution/Quality
    Adobe Acrobat Reader kini sudah mendukung berbagai program untuk hasil final mereka. Keunggulan menggunakan PDF sebagai hasil final artwork antara lain adalah simple, mudah preferensinya, kualitas bagus, support di berbagai sistem operasi, font yang tidak missed (kecuali untuk diedit, perlu disertakan font aslinya), dan keunggulan lainnya.
  10. Finishing
    Ada beberapa jenis finishing, namun yang paling sering digunakan ialah : emboss, laminasi, spot UV dan varnish.

    • emboss : membuat cetakan timbul
    • laminasi : ada 2 jenis yaitu dof & gloss. laminasi umumnya menutupi seluruh bidang kertas. dan terdiri dari lapisan plastik tipis. laminasi doff untuk plastik yang tidak mengkilap, dan gloss yang mengkilap. Warna kemasan/cover buku yang didominasi hitam akan terlihat lebih eksklusif menggunakan laminasi dof.
    • varnish : yaitu mengkilapkan permukaan kertas dengan memberikan cairan bening (semacam clear). seringkali bagian lipatan kemasan terlihat pecah karena penggunaan varnish. Biasanya terjadi pada permukaan yang warnanya solid dan penggunaan kertas tebal seperti duplex atau art carton.
    • spot UV : pada prinsipnya penampakan spot UV dengan laminasi gloss adalah mirip. namun spot UV hanya ditempatkan di sebagian bidang (tidak seluruh bidang cetak) metodenya sama dengan spot UV

Gw rasa gitu aja dulu yang bisa gw sampein mengenai hal ini. masukan dan kritik yang membangun sangat ditunggu untuk menjadikan artikel ini lebih bermanfaat. Singkat kata, selamat mencoba dan buatlah kemasan yang unik, artistik dan menarik šŸ™‚

See Yaa

Advertisements
Comments
  1. chandra says:

    bang klo kita ad satu kasus….
    klo pelanggan ingin ukuran cetak 50×50 cm dan ukuran foto adlh 100×30 cm cara untuk mensesuaikan ny gmn???
    apakah mmg hrs ad yang terbuang atau gmn????makasie bang…..

    • admin says:

      pertanyaannya masih blm jelas om.
      klo ane ga salah nangkep nih ya; kalo misalkan ukuran cetaknya lebih kecil dari materi (bahan) desain, bisa diakali dengan me-resize ukuran fotonya, dan untuk bidang kosongnya bs diisi dengan background yg pas. agar komposisi desain tetap terjaga dengan baik. atw ngga, fotonya di-crop dr background trus tempel di BG yang lebih ‘mengisi’ bidang yg kosong.
      untuk bidang kertas yg masih kosong dr ukuran 1 plano, coba diputar & diatur aja dulu desainnya (sebelum dibuatkan film). jd bidang kertas yang terbuang bisa diminimalkan sebaik mungkin.
      CMIIW ya…

  2. riky says:

    om klo gw mo cetak buku ni apa foto-foto yang di dalem buku itu harus di konversi dulu ke cmyk?..software yang di pake indesign

  3. riky says:

    bro klo mo nyetak buku gambar2 foto yang ada di dalam buku itu harus di konversi ke cmyk dulu gk?..software yg digunakan indesign

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s